Metanol (CH₃OH), juga dikenal sebagai metil alkohol atau alkohol kayu, adalah alkohol paling sederhana dan merupakan senyawa organik penting dalam berbagai aplikasi industri dan laboratorium. Ini adalah cairan tak berwarna, mudah menguap, mudah terbakar, dan memiliki bau khas yang sedikit manis.

Apa Fungsi Metanol?

Metanol dikenal karena sifat pelarutnya yang sangat baik dan kemampuannya untuk berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia. Berikut adalah fungsi-fungsi utamanya:

  1. Pelarut dalam Laboratorium dan Industri: Ini adalah salah satu fungsi utama metanol.
    • Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (HPLC): Mirip dengan asetonitril, metanol sering digunakan sebagai komponen fase gerak dalam HPLC untuk memisahkan dan menganalisis senyawa. Metanol lebih murah daripada asetonitril, tetapi memiliki cut-off UV yang sedikit lebih tinggi.
    • Spektrofotometri UV/Vis: Digunakan sebagai pelarut untuk preparasi sampel karena transparansinya pada panjang gelombang UV tertentu.
    • Ekstraksi: Efektif dalam mengekstraksi senyawa polar dan non-polar dari berbagai matriks.
    • Pelarut Umum: Digunakan dalam pembuatan tinta, resin, perekat, pewarna, dan produk farmasi.
  2. Bahan Baku Kimia: Metanol adalah blok bangunan fundamental dalam industri kimia.
    • Produksi Formaldehida: Sebagian besar metanol digunakan untuk memproduksi formaldehida, yang kemudian digunakan untuk membuat plastik, resin, dan lem.
    • Produksi Asam Asetat: Digunakan dalam proses karbonilasi metanol (proses Monsanto atau Cativa) untuk menghasilkan asam asetat.
    • Produksi Bahan Bakar Bio: Metanol dapat diubah menjadi bensin melalui proses MTG (Methanol to Gasoline) atau menjadi olefin melalui proses MTO (Methanol to Olefins).
    • Metil Tert-butil Eter (MTBE): Meskipun penggunaannya menurun karena masalah lingkungan, MTBE dulunya merupakan aditif bensin yang signifikan yang dibuat dari metanol.
  3. Bahan Bakar Alternatif: Metanol dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk mesin pembakaran internal dan sel bahan bakar. Ini juga digunakan sebagai aditif dalam bensin.
  4. Antifreeze: Digunakan sebagai cairan antibeku dalam pipa dan sistem pendingin kendaraan karena titik bekunya yang rendah.

Dari Apa Metanol Terbuat?

Secara historis, metanol diproduksi dari distilasi kayu (itulah mengapa disebut “alkohol kayu”). Namun, saat ini, hampir semua metanol diproduksi secara sintetik dari gas sintetis (syngas). Syngas adalah campuran hidrogen (H₂), karbon monoksida (CO), dan karbon dioksida (CO₂).

Proses produksi metanol modern melibatkan:

  1. Pembentukan Syngas: Syngas biasanya dibuat dari bahan baku seperti gas alam (metana), batubara, biomassa, atau bahkan limbah kota. Prosesnya bisa melalui steam reforming (untuk gas alam) atau gasifikasi (untuk batubara/biomassa).
  2. Sintesis Metanol: Syngas kemudian direaksikan pada suhu dan tekanan tinggi dengan adanya katalis (biasanya katalis tembaga berbasis seng oksida/kromium oksida). Reaksi ini menghasilkan metanol mentah yang kemudian dimurnikan melalui distilasi untuk mendapatkan produk dengan berbagai grade kemurnian.

Merek Metanol yang Tersedia dan Jenis Kemasannya

Seperti halnya asetonitril, kualitas metanol sangat penting, terutama untuk aplikasi analitis seperti HPLC, di mana kemurnian tinggi (HPLC Grade) dengan cut-off UV yang rendah sangat diperlukan.

Berikut adalah beberapa merek terkemuka yang menyediakan metanol, beserta jenis kemasan yang umum:

  • Merck KGaA (MilliporeSigma): Dikenal dengan seri LiChrosolv® dan Supelco® untuk HPLC dan GC.
    • Kemasan: Botol kaca amber atau bening (1 L, 2.5 L), Jerigen (4 L), Drum (25 L, 200 L) – tergantung grade dan volume.
  • Thermo Fisher Scientific (melalui Acros Organics, Alfa Aesar, Fisher Chemical): Menawarkan berbagai grade metanol, termasuk untuk analisis.
    • Kemasan: Botol kaca (1 L, 2.5 L), Jerigen HDPE (4 L), Drum (20 L, 200 L).
  • Honeywell Research Chemicals (Fluka™ & Riedel-de Haën™): Dihargai untuk kualitas pelarutnya yang tinggi.
    • Kemasan: Botol kaca (1 L, 2.5 L), Jerigen (4 L), Drum (25 L, 200 L).
  • Avantor (VWR International): Sebagai distributor besar, mereka juga menyediakan metanol dari berbagai produsen dan merek mereka sendiri.
    • Kemasan: Beragam, mulai dari botol kaca kecil hingga drum besar.
  • J.T.Baker (Bagian dari Avantor): Populer dengan merek BAKER ANALYZED® dan ULTRA RESI-ANALYZED® untuk aplikasi analitis.
    • Kemasan: Botol kaca (1 L, 2.5 L), Jerigen HDPE (4 L).

Jenis Kemasan Umum:

  • Botol Kaca (1 L, 2.5 L): Paling umum untuk penggunaan laboratorium, seringkali botol amber untuk melindungi dari cahaya.
  • Jerigen HDPE (4 L, 5 L): Pilihan yang efisien untuk volume menengah.
  • Drum (20 L, 25 L, 200 L): Untuk skala industri atau laboratorium dengan konsumsi sangat tinggi.

PT. Setiadji Global Labolatory: Distributor Resmi Metanol Anda

Memilih dan mendapatkan metanol dengan grade dan kemasan yang sesuai adalah kunci untuk keberhasilan aplikasi Anda, baik di laboratorium maupun industri. PT. Setiadji Global Labolatory adalah distributor resmi dan terpercaya untuk berbagai merek metanol berkualitas tinggi di Indonesia.

Kami menyediakan metanol dari manufaktur global terkemuka, menjamin keaslian, kemurnian, dan ketersediaan produk. Dengan PT. Setiadji Global Labolatory, Anda akan mendapatkan:

  • Metanol HPLC Grade dan grade lainnya yang sesuai dengan kebutuhan spesifik Anda.
  • Pilihan kemasan yang beragam untuk efisiensi dan kenyamanan Anda.
  • Dukungan teknis untuk memastikan pemilihan produk yang tepat.
  • Pengiriman yang cepat dan aman, menjaga kualitas metanol hingga ke lokasi Anda.

Percayakan kebutuhan metanol Anda kepada PT. Setiadji Global Labolatory dan pastikan setiap proses Anda berjalan dengan efisiensi dan keandalan terbaik.