Indonesia memiliki ambisi besar untuk menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global kendaraan listrik (EV), didukung oleh cadangan nikel yang melimpah—bahan baku penting untuk katoda baterai. Namun, kesuksesan ekosistem EV juga sangat bergantung pada pasokan stabil Garam Litium, komponen krusial untuk anoda dan elektrolit baterai. PT. Setiadji Global Labolatory siap mendukung visi ini sebagai distributor terkemuka Garam Litium, memastikan ketersediaan bahan baku vital ini bagi industri baterai nasional.
Analisis Fungsional dan Teknis Garam Litium dalam Baterai EV
Fungsi Utama Garam Litium:
Dalam baterai Lithium-ion (Li-ion) yang mendominasi pasar EV, Garam Litium memiliki dua fungsi utama yang tidak tergantikan:
- Elektrolit: Garam Litium, seperti Lithium Heksafluorofosfat (LiPF₆), Lithium Tetrafluoroborat (LiBF₄), atau Lithium Bis(fluorosulfonil)imida (LiFSI), dilarutkan dalam pelarut organik untuk membentuk elektrolit. Elektrolit ini berfungsi sebagai media konduktif yang memungkinkan ion litium bergerak bebas antara anoda dan katoda selama siklus pengisian dan pengosongan baterai. Pergerakan ion litium inilah yang menghasilkan energi listrik.
- Bahan Baku Anoda (untuk beberapa jenis baterai): Meskipun anoda paling umum saat ini terbuat dari grafit, riset dan pengembangan terus mencari alternatif yang lebih efisien, termasuk anoda berbasis litium metalik atau senyawa litium lainnya. Untuk masa depan, Lithium Karbonat (Li₂CO₃) dan Lithium Hidroksida (LiOH) adalah bentuk Garam Litium paling dasar yang digunakan dalam produksi prekursor katoda (misalnya LFP, NMC) atau sebagai bahan baku langsung untuk beberapa anoda.
Peran Krusial dalam Kinerja Baterai:
Kualitas dan kemurnian Garam Litium secara langsung memengaruhi:
- Kepadatan Energi (Energy Density): Semakin efisien pergerakan ion litium, semakin tinggi energi yang dapat disimpan baterai.
- Daya Tahan Siklus (Cycle Life): Kemurnian Garam Litium mencegah reaksi samping yang dapat menurunkan kapasitas baterai seiring waktu.
- Keamanan: Adanya impuritas dapat menyebabkan pembentukan dendrit atau reaksi tidak diinginkan yang berpotensi memicu kegagalan baterai.
- Tingkat Pengisian/Pengosongan (Charge/Discharge Rate): Konduktivitas elektrolit yang baik memungkinkan pengisian dan pengosongan yang lebih cepat.
Bagaimana Garam Litium Dihasilkan?
Garam Litium untuk baterai umumnya berasal dari dua sumber utama:
- Deposits Hard-Rock (Spodumene):
- Mineral spodumene (LiAl(SiO₃)₂) ditambang dan kemudian dipanggang pada suhu tinggi (roasting) untuk mengubah strukturnya.
- Material yang dipanggang kemudian dicampur dengan asam (misalnya asam sulfat) untuk melindi litium menjadi larutan.
- Litium kemudian diendapkan sebagai Lithium Karbonat (Li₂CO₃) melalui penambahan soda abu, atau diubah menjadi Lithium Hidroksida (LiOH) melalui proses kristalisasi dan perlakuan khusus.
- Brine (Air Garam Bawah Tanah):
- Air garam yang kaya litium dipompa dari bawah tanah dan diuapkan di kolam surya besar.
- Setelah konsentrasi litium meningkat, impuritas dihilangkan melalui serangkaian proses presipitasi.
- Litium kemudian diendapkan sebagai Lithium Karbonat (Li₂CO₃).
- Lithium Hidroksida (LiOH) dapat diproduksi dari Lithium Karbonat melalui proses kaustifikasi.
Lithium Karbonat dan Lithium Hidroksida kemudian diproses lebih lanjut untuk menghasilkan garam litium khusus baterai (misalnya LiPF₆) melalui sintesis kimia lanjutan.
Ketersediaan Produk dan Kemasan
PT. Setiadji Global Labolatory memahami kebutuhan akan Garam Litium dengan kemurnian tinggi. Kami mendistribusikan produk dari produsen-produsen global terkemuka yang telah teruji kualitasnya di industri baterai:
- Albemarle (AS): Salah satu produsen litium terbesar di dunia, dikenal dengan produk litium karbonat dan litium hidroksida berkualitas tinggi.
- SQM (Chile): Pemain utama dari Chile, dengan pasokan litium dari brine Salar de Atacama, menghasilkan litium karbonat dan litium hidroksida.
- Ganfeng Lithium (Tiongkok): Salah satu produsen litium terintegrasi vertikal terbesar di dunia, memproduksi berbagai bentuk garam litium untuk baterai.
- Livent (AS): Fokus pada litium berkinerja tinggi, termasuk lithium hidroksida dan garam litium khusus.
- CATL / BYD (Tiongkok): Meskipun dikenal sebagai produsen baterai, mereka juga memiliki entitas atau kemitraan untuk mengamankan pasokan garam litium.
Jenis Garam Litium yang Umum Tersedia (tergantung spesifikasi):
- Lithium Karbonat (Li₂CO₃) Grade Baterai
- Lithium Hidroksida Monohidrat (LiOH·H₂O) Grade Baterai
- Lithium Heksafluorofosfat (LiPF₆) dalam larutan elektrolit
Kemasan yang Tersedia:
Garam Litium, terutama dalam bentuk padat (karbonat atau hidroksida), dikemas untuk menjaga kemurnian dan stabilitasnya, serta mematuhi standar keamanan pengangkutan bahan kimia:
- Karung/Bag: Umumnya 20-25 kg, untuk pengiriman dalam jumlah menengah.
- Super Sack (FIBC – Flexible Intermediate Bulk Container): Kapasitas 500 kg hingga 1000 kg, ideal untuk volume besar, mempermudah penanganan di fasilitas produksi baterai.
- Drum Baja: Digunakan untuk beberapa jenis garam litium atau elektrolit khusus, memberikan perlindungan ekstra.
- Wadah Khusus (untuk elektrolit): Untuk LiPF₆ dalam larutan elektrolit, kemasan khusus seperti drum atau wadah HDPE berlapis akan digunakan untuk memastikan stabilitas dan keamanan.
PT. Setiadji Global Labolatory berkomitmen untuk menjadi jembatan pasokan yang andal bagi industri baterai kendaraan listrik di Indonesia, memastikan ketersediaan Garam Litium yang esensial untuk masa depan mobilitas hijau.