Apa Itu Asam Asetat?
Kalau mendengar kata asam asetat, mungkin yang langsung terbayang adalah cuka dapur dengan rasa asam khasnya. Memang benar, cuka yang sering kita pakai untuk masakan mengandung 4–8% asam asetat. Namun di balik itu, senyawa dengan rumus CH₃COOH ini punya peran jauh lebih besar, mulai dari dunia industri kimia, pangan, hingga laboratorium riset.
Dalam bentuk murninya, asam asetat tampak sebagai cairan bening tak berwarna dengan bau tajam menyengat. Pada suhu dingin (di bawah 16,6 °C), ia bisa membeku menjadi kristal putih. Karena itulah asam ini disebut juga asam asetat glasial (glacial acetic acid).
Mengapa Asam Asetat Penting?
Asam asetat termasuk golongan asam karboksilat, sekelompok senyawa organik yang banyak dipakai sebagai bahan dasar dalam industri. Meski tergolong asam lemah (pKa 4,76), sifatnya yang larut dalam air dan mudah bereaksi membuatnya sangat serbaguna.
Bayangkan: satu senyawa sederhana ini bisa hadir dalam saus sambal yang kita makan, lem perekat yang kita pakai, bahkan dalam bahan baku plastik yang kita gunakan sehari-hari.
Fakta Singkat Asam Asetat
- Nama IUPAC: Asam Etanoat
- Rumus Molekul: CH₃COOH
- Massa Mol: 60,05 g/mol
- Nomor CAS: 64-19-7
- Titik Didih: 118 °C
- Titik Beku: 16,6 °C
- Kode Pangan: E260 (pengawet makanan)
Dari Mana Asam Asetat Berasal?
Asam asetat bisa dibuat dengan dua cara utama:
- Secara alami melalui fermentasi etanol dengan bantuan bakteri Acetobacter. Inilah yang terjadi pada pembuatan cuka tradisional.
- Secara industri melalui proses kimia modern, misalnya karbonilasi metanol (Proses Monsanto/Cativa). Cara ini lebih efisien dan dipakai dalam skala besar.
Kegunaan Asam Asetat di Kehidupan Sehari-Hari
- Industri Kimia
Asam asetat adalah bahan baku penting untuk:
- Vinil asetat monomer (VAM) → digunakan dalam produksi plastik, perekat, dan cat.
- Ester asetat → pelarut yang dipakai di cat, tinta, dan kosmetik.
- Asam asetat anhidrida → bahan dasar sintesis senyawa organik.
- Pangan & Minuman
- Memberi rasa asam khas pada cuka, acar, saus, dan minuman fermentasi.
- Bertindak sebagai pengawet alami (E260) yang menghambat pertumbuhan bakteri.
- Laboratorium
- Digunakan sebagai pelarut dan buffer dalam penelitian biokimia.
- Dipakai dalam berbagai uji analitik.
- Medis & Farmasi
- Pada kadar rendah, digunakan sebagai antiseptik.
- Dipakai dalam pembuatan obat-obatan tertentu.
- Rumah Tangga
- Campuran pembersih alami untuk kerak dan noda.
- Alternatif ramah lingkungan dibanding bahan kimia keras.
Bahaya & Cara Penanganan
Meski aman pada kadar rendah, asam asetat pekat bersifat korosif. Jika terkena kulit atau mata dapat menimbulkan iritasi. Uapnya pun bisa mengganggu pernapasan.
Tips aman menangani asam asetat:
- Gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung.
- Pastikan ruangan berventilasi baik.
- Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari panas dan bahan oksidator.
FAQ Seputar Asam Asetat
- Apakah asam asetat sama dengan cuka?
Tidak. Cuka adalah larutan asam asetat 4–8% dalam air. Asam asetat glasial hampir murni (≥ 99%). - Apakah aman dikonsumsi?
Ya, dalam bentuk cuka atau food grade aman sesuai regulasi. Asam asetat pekat tidak boleh dikonsumsi. - Apa bedanya teknis, food grade, dan analitik?
- Teknis: untuk industri umum.
- Food grade: untuk pangan.
- Analitik (AR/GR): untuk laboratorium dengan kemurnian tinggi.
Kesimpulan
Asam asetat adalah senyawa sederhana tapi luar biasa serbaguna. Dari meja makan hingga pabrik kimia, dari laboratorium hingga rumah tangga, peranannya sangat luas.
👉 Untuk kebutuhan pembelian Asam Asetat (teknis, food grade, atau analitik) lengkap dengan COA & MSDS, hubungi kami untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Hubungi kami :
Plaza Pamulang – Blok A No. 11, Jl. Pajajaran, Pamulang, Tangerang Selatan – Banten
Telp. +62-21-27846546
CS : (Whatsap)
email: info@pcnchemical.com