Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan penggunaan material lokal demi kemajuan industri strategis. Salah satu material mineral yang kian menonjol adalah Dolomit. Mineral ini memegang peran krusial tidak hanya dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui perbaikan tanah, tetapi juga sebagai bahan vital dalam industri konstruksi. PT. Setiadji Global Labolatory, sebagai distributor terkemuka, siap menjembatani pasokan Dolomit berkualitas, mendukung pemanfaatan potensi lokal ini untuk kemajuan bangsa.

Analisis Fungsional dan Teknis Dolomit

Apa itu Dolomit?

Dolomit adalah mineral karbonat yang terdiri dari kalsium magnesium karbonat ganda dengan rumus kimia . Secara geologis, batuan dolomit terbentuk dari sedimen kapur yang mengalami dolomitisasi, yaitu proses penggantian sebagian kalsium oleh magnesium.

Fungsi Utama dan Aplikasi:

  1. Sektor Pertanian (Dolomit Pertanian / Kapur Dolomit):
    • Penetral Keasaman Tanah: Fungsi utamanya adalah menaikkan pH tanah asam. Tanah asam seringkali menghambat penyerapan nutrisi penting oleh tanaman. Dolomit menyediakan ion karbonat () yang bereaksi dengan ion hidrogen () di tanah, sehingga mengurangi keasaman.
    • Sumber Nutrisi Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg): Dolomit kaya akan Ca dan Mg, dua unsur hara makro sekunder yang esensial untuk pertumbuhan tanaman. Kalsium penting untuk pengembangan dinding sel, sementara magnesium adalah komponen inti klorofil, vital untuk fotosintesis.
    • Meningkatkan Efisiensi Pemupukan: Dengan pH tanah yang optimal, penyerapan pupuk makro (N, P, K) oleh tanaman menjadi lebih efisien, mengurangi pemborosan pupuk dan meningkatkan hasil panen.
    • Meningkatkan Ketersediaan Unsur Mikro: Membantu memobilisasi unsur mikro yang terikat pada kondisi tanah asam.
    • Memperbaiki Struktur Tanah: Dapat membantu menggumpalkan partikel tanah, memperbaiki drainase dan aerasi, serta mendukung aktivitas mikroba tanah yang bermanfaat.
  2. Sektor Konstruksi (Dolomit Industri):
    • Bahan Baku Semen: Dolomit digunakan sebagai salah satu komponen dalam produksi klinker semen, memberikan sumber MgO yang diperlukan untuk sifat semen yang optimal.
    • Agregat Konstruksi: Dapat digunakan sebagai agregat dalam campuran beton, aspal, atau sebagai material timbunan dasar.
    • Bahan Pengisi (Filler): Digunakan sebagai bahan pengisi dalam industri cat, plastik, karet, dan keramik untuk meningkatkan sifat fisik dan mengurangi biaya produksi.
    • Industri Kaca: Digunakan sebagai fluks dalam pembuatan kaca, mengurangi titik lebur dan meningkatkan kekuatan kaca.

Bagaimana Dolomit Diperoleh dan Diproses?

Dolomit diperoleh melalui proses penambangan terbuka (quarrying) dari deposit batuan dolomit. Setelah ditambang, batuan ini menjalani serangkaian proses:

  1. Pengecilan Ukuran (Crushing): Batuan besar dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil.
  2. Penggilingan (Grinding): Untuk aplikasi pertanian dan beberapa aplikasi industri, batuan digiling menjadi bubuk halus (mesh tertentu) untuk meningkatkan luas permukaan dan reaktivitasnya.
  3. Pengayakan (Screening): Material dipisahkan berdasarkan ukuran partikel untuk memenuhi spesifikasi penggunaan yang berbeda.
  4. Kalsinasi (opsional): Untuk aplikasi tertentu (misalnya dalam peleburan baja atau produksi kapur), dolomit dapat dikalsinasi pada suhu tinggi untuk menghasilkan kapur dolomit (doloma) yang lebih reaktif.

Ketersediaan Produk dan Kemasan

PT. Setiadji Global Labolatory mendistribusikan Dolomit dari berbagai sumber terkemuka, fokus pada pemanfaatan potensi lokal Indonesia yang kaya akan deposit mineral ini:

  • Produsen Lokal (Indonesia): Indonesia memiliki deposit dolomit yang tersebar di beberapa wilayah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera, dan Sulawesi. Produsen lokal mengolahnya menjadi dolomit pertanian maupun industri dengan berbagai spesifikasi mesh. Pemanfaatan ini mendukung industri dalam negeri dan mengurangi biaya logistik.
  • Merek Spesifik: Produk umumnya dikenal dengan nama produsen atau hanya sebagai “Dolomit Pertanian” atau “Dolomit Industri” dengan spesifikasi mesh dan kandungan Ca/Mg tertentu.

Kemasan yang Tersedia:

Dolomit, yang umumnya berbentuk bubuk atau butiran halus, dikemas untuk kemudahan distribusi, penyimpanan, dan aplikasi:

  • Karung/Bag: Umumnya 25 kg atau 50 kg. Kemasan standar yang paling umum digunakan untuk petani skala kecil hingga menengah dan proyek konstruksi.
  • Jumbo Bag / Super Sack (FIBC – Flexible Intermediate Bulk Container): Kapasitas 500 kg hingga 1000 kg. Pilihan efisien untuk kebutuhan skala besar di perkebunan, pabrik semen, atau proyek infrastruktur, mengoptimalkan penanganan dan mengurangi biaya.
  • Curah (Bulk): Untuk konsumen sangat besar, Dolomit dapat dikirim dalam truk curah langsung ke lokasi proyek atau pabrik.

PT. Setiadji Global Labolatory siap menjadi mitra strategis Anda, menyediakan Dolomit berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik di sektor pertanian dan konstruksi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.