Natrium Hidroksida (NaOH), atau lebih dikenal dengan sebutan soda api atau kaustik soda, adalah senyawa kimia anorganik yang sangat penting dan serbaguna dalam berbagai sektor industri. Berbentuk padatan putih, tidak berbau, dan sangat korosif, NaOH adalah basa kuat yang mampu melarutkan protein dan lipid pada suhu kamar. PT. Setiadji Global Labolatory dengan bangga hadir sebagai distributor terkemuka Natrium Hidroksida berkualitas tinggi, siap memenuhi kebutuhan industri Anda dengan pasokan yang andal dan solusi yang terintegrasi.

Analisis Natrium Hidroksida (NaOH)

Secara analitis, Natrium Hidroksida adalah senyawa ionik yang terdiri dari kation natrium () dan anion hidroksida ().

  • Sifat Fisik:
    • Rumus Kimia: NaOH
    • Berat Molekul: 39.997 g/mol
    • Titik Leleh:
    • Titik Didih:
    • Bentuk: Padatan putih, kristal, tidak berbau.
    • Densitas: 2,13 g/cm$^3$
    • Sangat larut dalam air (reaksi eksotermis, menghasilkan panas).
    • Higroskopis (menyerap kelembaban dari udara) dan menyerap karbon dioksida dari udara membentuk natrium karbonat.
  • Sifat Kimia:
    • Basa Kuat: Bereaksi kuat dengan asam membentuk garam dan air (reaksi netralisasi).
    • Korosif: Sangat korosif terhadap kulit, mata, dan beberapa logam (terutama aluminium dan seng).
    • Dapat bereaksi dengan lemak dan minyak membentuk sabun (saponifikasi).

Pengujian dan Kemurnian: Kualitas Natrium Hidroksida ditentukan oleh tingkat kemurniannya. Analisis biasanya dilakukan untuk mengukur kadar NaOH, serta mengidentifikasi pengotor seperti natrium karbonat (), natrium klorida (), dan sulfat. Metode yang umum digunakan meliputi titrasi asam-basa untuk menentukan konsentrasi NaOH, serta spektrofotometri atau kromatografi ion untuk mengidentifikasi pengotor. Kemurnian tinggi () sangat penting untuk aplikasi tertentu seperti farmasi dan makanan.

Aspek Teknis Natrium Hidroksida (NaOH)

Dari sudut pandang teknis, produksi dan penanganan Natrium Hidroksida memerlukan protokol keamanan yang ketat karena sifatnya yang korosif.

  • Produksi: Natrium Hidroksida secara industri diproduksi terutama melalui proses klor-alkali, yaitu elektrolisis larutan natrium klorida (garam dapur, ). Proses ini menghasilkan klorin (), natrium hidroksida (), dan hidrogen (). Ada beberapa teknologi klor-alkali yang digunakan:
    1. Proses Sel Membran: Paling modern dan efisien, menghasilkan NaOH dengan kemurnian tinggi dan konsumsi energi rendah.
    2. Proses Sel Diafragma: Lebih tua, tetapi masih banyak digunakan, menghasilkan NaOH yang kurang murni.
    3. Proses Sel Merkuri: Sudah jarang digunakan karena masalah lingkungan terkait merkuri.
  • Penyimpanan dan Transportasi: Natrium Hidroksida tersedia dalam bentuk padat (serpihan/flake, pelet, butiran) atau cair (larutan dalam air dengan konsentrasi bervariasi, umumnya 30-50%).
    • Padatan: Disimpan dalam kantong plastik berlapis tebal, drum baja, atau wadah bulk bag (FIBC) yang tertutup rapat dan kedap udara untuk mencegah penyerapan kelembaban dan .
    • Cairan: Disimpan dan diangkut dalam tangki yang terbuat dari bahan tahan korosi seperti baja karbon (untuk konsentrasi rendah) atau baja tahan karat (untuk konsentrasi tinggi), serta tangki FRP (Fiber Reinforced Plastic) atau HDPE.

Fungsi dan Aplikasi Natrium Hidroksida

NaOH adalah bahan kimia yang sangat fundamental dengan berbagai aplikasi vital:

  1. Industri Pulp dan Kertas: Digunakan dalam proses pulping kayu untuk memisahkan serat selulosa dari lignin.
  2. Produksi Sabun dan Deterjen: NaOH adalah bahan utama dalam proses saponifikasi (pembuatan sabun) dan juga digunakan dalam formulasi deterjen.
  3. Industri Tekstil: Digunakan dalam proses mercerisasi kapas untuk meningkatkan kekuatan, kilau, dan daya serap pewarna. Juga untuk pemutihan dan pencelupan.
  4. Pengolahan Air: Digunakan untuk mengatur pH air, menetralkan limbah asam, dan menghilangkan logam berat.
  5. Pemurnian Bauksit (Produksi Alumina): Proses Bayer menggunakan NaOH untuk melarutkan bauksit guna mendapatkan alumina, prekursor aluminium.
  6. Pembersihan Industri: Sebagai bahan pembersih kaustik untuk membersihkan peralatan, saluran pembuangan, dan permukaan industri.
  7. Industri Minyak dan Gas: Digunakan dalam pemurnian gas alam dan minyak bumi untuk menghilangkan senyawa sulfur dan karbon dioksida.
  8. Produksi Bahan Kimia Lain: Prekursor untuk pembuatan banyak senyawa kimia lain, termasuk natrium hipoklorit (pemutih), natrium fosfat, dan polikarbonat.
  9. Industri Makanan: Digunakan dalam pemrosesan makanan untuk pengupasan buah dan sayuran, pembersihan peralatan, dan sebagai aditif makanan (pengatur pH, dll.) pada konsentrasi yang sangat rendah dan terkontrol.

Dari Apa Natrium Hidroksida Terbuat?

Natrium Hidroksida secara industri terbuat dari natrium klorida (), atau lebih dikenal sebagai garam dapur.

Proses pembuatannya melibatkan elektrolisis larutan garam, di mana arus listrik dialirkan melalui larutan di dalam air. Reaksi ini memecah molekul dan air () untuk menghasilkan:

  • Natrium Hidroksida (NaOH)
  • Gas Klorin ()
  • Gas Hidrogen ()

Ini adalah proses yang sangat penting dan terintegrasi dalam industri kimia, di mana ketiga produk ini (NaOH, , ) memiliki nilai ekonomi dan aplikasi yang luas.

Merek dan Kemasan Natrium Hidroksida yang Tersedia

Sebagai distributor terkemuka, PT. Setiadji Global Labolatory menyediakan Natrium Hidroksida dari produsen-produsen terkemuka dunia yang dikenal akan kualitas dan keandalannya. Beberapa merek atau sumber utama yang tersedia melalui kami meliputi:

  • PPC (Panca Prima Chemicals) – Indonesia
  • Asahi Kasei (Jepang)
  • Formosa Plastics (Taiwan)
  • PT. Sulfindo Adiusaha (Indonesia)
  • AGC (Jepang)
  • Orica (Australia)

Catatan: Ketersediaan merek dapat bervariasi tergantung pada dinamika pasar dan pasokan global. PT. Setiadji Global Labolatory selalu berkomitmen untuk menyediakan produk terbaik yang tersedia.

Kemasan:

PT. Setiadji Global Labolatory menyediakan Natrium Hidroksida dalam berbagai opsi kemasan untuk memenuhi skala kebutuhan yang berbeda:

  • Bentuk Padat (Flake/Pele /Butiran):
    • Karung/Kantong: Umumnya 25 kg per karung, terbuat dari bahan plastik berlapis atau PP Woven berlapis PE untuk mencegah penyerapan kelembaban.
    • Jumbo Bag/FIBC (Flexible Intermediate Bulk Container): Untuk volume yang lebih besar, biasanya 500 kg atau 1.000 kg per kantong.
  • Bentuk Cair (Larutan):
    • Jerigen: Untuk volume kecil, biasanya 20-30 Liter.
    • IBC Tank (Intermediate Bulk Container): Wadah plastik berbingkai logam dengan volume 1.000 Liter.
    • Tangki ISO (ISO Tank Container): Untuk volume besar, transportasi antarnegara, dan penyimpanan sementara (sekitar 20.000 – 26.000 Liter).
    • Truk Tangki: Pengiriman langsung dalam jumlah sangat besar ke lokasi industri.

PT. Setiadji Global Labolatory: Mitra Terpercaya untuk Kebutuhan Natrium Hidroksida Anda

PT. Setiadji Global Labolatory berkomitmen untuk menjadi penyedia Natrium Hidroksida pilihan Anda. Dengan pengalaman luas dalam distribusi bahan kimia industri, kami menawarkan:

  • Pasokan Andal: Memastikan ketersediaan NaOH berkualitas tinggi secara konsisten.
  • Keahlian Teknis: Tim ahli kami siap memberikan dukungan teknis dan konsultasi mengenai penanganan dan aplikasi NaOH.
  • Standar Keamanan Tertinggi: Mengutamakan keamanan dalam setiap aspek penanganan, penyimpanan, dan pengiriman Natrium Hidroksida yang korosif.
  • Layanan Pelanggan Luar Biasa: Responsif dan berorientasi pada solusi untuk semua kebutuhan Anda.

Hubungi PT. Setiadji Global Labolatory hari ini untuk mendiskusikan kebutuhan Natrium Hidroksida Anda dan temukan bagaimana kami dapat mendukung operasi Anda menuju kesuksesan.