Membuat kapal nelayan fiberglass membutuhkan keahlian khusus dan perhatian terhadap detail. Prosesnya melibatkan beberapa tahapan, dari persiapan cetakan hingga finishing. Berikut adalah gambaran umum cara pembuatan kapal nelayan fiberglass ukuran standar (misalnya, panjang 7-10 meter) :
1. Desain dan Pembuatan Cetakan (Mould)
Langkah pertama yang paling krusial adalah memiliki desain kapal yang jelas. Setelah desain final, cetakan atau mould kapal harus dibuat. Cetakan ini biasanya terbuat dari kayu atau GRC (Glassfibre Reinforced Cement) yang sangat halus dan dilapisi agar mudah dilepas. Cetakan harus presisi karena akan menentukan bentuk akhir kapal.
2. Persiapan Cetakan
Sebelum aplikasi fiberglass, permukaan cetakan harus benar-benar bersih dan dilapisi dengan release agent (wax atau PVA – Polyvinyl Alcohol). Ini untuk memastikan kapal yang sudah jadi bisa dilepas dengan mudah tanpa merusak cetakan maupun bodi kapal.
3. Aplikasi Gelcoat
Gelcoat adalah lapisan pertama yang diaplikasikan ke dalam cetakan. Ini adalah resin poliester berwarna yang berfungsi sebagai lapisan pelindung dan memberikan tampilan akhir yang halus dan mengkilap pada kapal. Gelcoat harus diaplikasikan secara merata dan dengan ketebalan yang tepat untuk mencegah retak.
4. Pelapisan Fiberglass (Laminasi)
Setelah gelcoat mengering, proses laminasi dimulai. Ini melibatkan penumpukan lapisan Mat Fiberglass dan Woven Roving yang direkatkan menggunakan Resin Polyester dan Katalis (MEKPO – Methyl Ethyl Ketone Peroxide). Setiap lapisan harus dipadatkan dengan hati-hati menggunakan roller untuk menghilangkan gelembung udara dan memastikan saturasi resin yang sempurna. Proses ini diulang beberapa kali hingga mencapai ketebalan dan kekuatan yang diinginkan untuk lambung kapal.
5. Pemasangan Tulang Rusuk (Ribs) dan Stringer
Untuk menambah kekuatan struktural, ribs (tulang rusuk) dan stringer (balok longitudinal) yang terbuat dari fiberglass atau kayu yang dilapisi fiberglass, dipasang di bagian dalam lambung kapal. Ini penting untuk menahan beban dan tekanan saat kapal beroperasi di laut.
6. Pembuatan Dek dan Ruangan
Setelah lambung utama selesai dan mengeras, cetakan untuk dek kapal dibuat dan proses laminasi fiberglass diulang. Bagian-bagian seperti ruang mesin, kabin, atau tempat penyimpanan ikan juga dibuat terpisah dan kemudian digabungkan ke lambung kapal.
7. Penggabungan dan Perekatan
Lambung kapal dan dek kemudian digabungkan dan direkatkan menggunakan lapisan fiberglass tambahan dari bagian dalam, atau menggunakan perekat khusus yang kuat.
8. Finishing
Tahap terakhir adalah finishing. Ini meliputi pemotongan bagian yang tidak rata, pengamplasan permukaan, pemasangan aksesoris (kemudi, jangkar, lampu navigasi, mesin, dll.), serta pengecatan atau pelapisan tambahan jika diperlukan. Kapal kemudian akan diuji coba di air sebelum siap digunakan.
Bahan Baku Utama untuk Pembuatan Kapal Fiberglass
Pembuatan kapal fiberglass sangat bergantung pada kualitas dan jenis bahan baku yang digunakan. Berikut adalah beberapa bahan baku utama:
- Resin Polyester: Ini adalah matriks utama yang mengikat serat fiberglass. Ada berbagai jenis resin, seperti Orthophthalic, Isophthalic, dan Vinylester, masing-masing dengan karakteristik kekuatan dan ketahanan kimia yang berbeda. Resin Polyester adalah bahan paling krusial dalam memberikan kekuatan dan kekakuan pada struktur kapal.
- Mat Fiberglass (Chopped Strand Mat): Serat fiberglass acak yang diikat bersama, digunakan untuk membangun ketebalan dan kekuatan pada laminasi.
- Woven Roving (WR): Kain anyaman dari serat fiberglass, memberikan kekuatan tarik dan tekan yang tinggi, terutama pada area yang membutuhkan kekuatan ekstra.
- Katalis (MEKPO – Methyl Ethyl Ketone Peroxide): Zat ini dicampur dengan resin untuk memulai reaksi kimia polimerisasi, yang menyebabkan resin mengeras.
- Gelcoat: Lapisan resin berwarna di permukaan luar yang memberikan tampilan estetika, ketahanan abrasi, dan perlindungan UV.
- Accelerator (Cobalt Octoate/Napthenate): Digunakan bersama katalis untuk mempercepat proses pengerasan resin, terutama pada suhu rendah.
- Filler (misalnya Talc, Calcium Carbonate): Ditambahkan ke resin untuk mengurangi penyusutan, menambah kekakuan, atau mengurangi biaya.
- Pigmen: Untuk memberikan warna pada resin atau gelcoat.
- Release Agent (Wax, PVA): Digunakan untuk melapisi cetakan agar produk yang sudah jadi mudah dilepas.
- Pengencer (Styrene Monomer): Kadang digunakan untuk mengatur viskositas resin.
PT. Setiadji Global Labolatory: Distributor Bahan Kimia untuk Industri Fiberglass
Dalam industri pembuatan kapal fiberglass, pasokan bahan baku berkualitas tinggi adalah fondasi kesuksesan. Di sinilah peran PT. Setiadji Global Labolatory sangat vital. Sebagai distributor bahan kimia terkemuka, PT. Setiadji Global Labolatory menyediakan berbagai macam bahan baku esensial untuk industri komposit dan fiberglass, termasuk resin polyester, mat fiberglass, woven roving, katalis (MEKPO), gelcoat, dan berbagai bahan kimia pendukung lainnya. Dengan komitmen terhadap kualitas dan layanan pelanggan, PT. Setiadji Global Labolatory memastikan bahwa produsen kapal nelayan fiberglass dapat memperoleh bahan baku terbaik untuk menciptakan produk yang kuat, tahan lama, dan berkualitas tinggi, sehingga mendukung pertumbuhan industri maritim di Indonesia.